PEMIMPIN "KEBENARAN"
AL MAHDI / JURU SELAMAT / RATU ADIL / SATRIO PININGIT
PEMIMPIN BESAR REVOLUSI
Situasi Kondisi Dunia saat ini yang sudah banyak perselisihan dan penyimpangan-penyimpangan yang telah meluas, melemahnya hati orang-orang beriman karena banyaknya kematian, kelaparan, penzoliman, munculnya kemajuan teknologi yang hanya sekedar hedonia, dan hilangnya makna kebenaran dan meluasnya kemungkaran.
Amanah (Jabatan, Kekuasaan, Harta, Ilmu) mulai banyak disalahgunakan hanya untuk kepentingan Pribadi, Kelompok dan Golongan saja, yang mengakibatkan terjadinya : Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN). Padahal apa yang ada di muka bumi ini semuanya milik ALLAH, yang namanya makhluk ALLAH itu miskin tidak punya apa-apa dan tidak punya kemampuan apa-apa, yang memegangnya dan menyandangnya hanyalah ketitipan dari ALLAH, tinggal bagaimana Amanah itu bisa dipertanggungjawabkan kepada ALLAH melalui cara kehidupan di dunia ini. Akan tetapi mereka banyak yang tidak sadar, bahkan mau menantang ALLAH, merasa dirinya Tuhan, :
Punyaku, milikku, usahaku, karyaku, kewenanganku, hakku serta Aku adalah Pejabat, Aku Haji, Aku adalah seorang Ulama, Aku adalah Dokter, Aku Profesor, Ku.... dan Aku..., bahkan dengan keangkuhanya malah segala Amanah dijadikan Obyek untuk mencari Duniawi (Mau bayar berapa? Mau ngasih berapa? intinya Uang....uang....selalu uang (fulus), dan juga sebagai alat untuk kesombongan. 'AKU'/ 'KU" hanyalah milik ALLAH.
Bahkan saat ini kekayaan hanya dimiliki oleh segelintir orang-orang yang rakus akan Dunia, ketimpangan antara Simiskin dan Sikaya, Banyaknya Jiwa-jiwa yang Mati, Orang-orang yang Tidak Punya Hati-Nurani, Orang-orang Berhati Binatang yang Tidak Punya Rasa Peduli lagi antar sesama (sifat PELIT, MEDIT, KIKIR). Simiskin hanya sebagai bahan olok-olokkan dan permainan, bisa disiksa, bisa dihukum, bisa dijadikan tumbal, bisa diabaikan Hak-haknya:
- Kelaparan....., sampai ajal menjemput, tidak ada yang perduli.!
- Seorang ibu yang ingin berjuan untuk menhidupkan anaknya yang kecil, mungil dan lucu, harus
menerima resiko, gara-gara hanya sekotak susu.
- Gara-gara sebuah pepaya, Simiskin harus Mendekam dalam Penjara.
- Mahalnya tempat Pemakaman di Jakarta, Seorang Pemulung dipermainkan tak Manusiawi,
saat dirinya menggendong jasad anaknya yang mati untuk dibawa keluar kota Jakarta.
- Ada istilah "Simiskin tidak boleh sakit", dan "Simiskin tidak berhak mendapatkan hak apa-apa".
Gara-gara perebutan urusan PERUT (Duniawi), banyak terjadi kekacauan bahkan peperangan yang sudah meluas dari tingkat Perorangan, Daerah, Wilayah, Negara bahkan Perselisihan antar Benua. Persenjataan sudah pada disiapkan dengan kemampuan teknologi yang sangat tinggi, baik senjata Biologi, dan bahkan Kimia (Nuklir), termasuk penggunaan Senjata-senjata yang sangat berbahaya baik yang bersifat efek radiasi maupun efek biologis, dan Kemampuan daya ledak yang sangat amat dahsyat, yang bisa menghancurkan berjuta-juta kilometer Areal di muka Bumi ini akibat dari Senjata Nuklir maupun Senjata Biologi . Kemungkinan terburuk bisa terjadi khususnya di Indonesia sendiri, ancaman sangat besar karena Indonesia merupakan lintasan antara Benua Australia (Pangkalan AS) dan Benua Asia (Korut/ Iran). Antisipasi terjadinya Perang ("Perang Dunia Ke-3/ Perang Armagedon/ Huru-hara Akhir Zaman) sudah diupayakan melalui perundingan-perundingan, namun tak kunjung mendatangkan perdamaian.
Alam mulai bergolak, Gunung-gunung mulai aktif, Revolusi bumi terhadap Matahari akan mengalami titik puncak terdekat, akibat pergeseran yang terus menerus, sampai revolusi bumi itu berbentuk oval, yang berdampak terhadap fenomena alam yang susah untuk diprediksi, yakni cuaca Ekstrim.
******************************************************************************************************************** ********************************************************************************************************************
Bumi ini sudah dipenuhi dengan kotoran (Setan-setan dan para budak-budaknya). yaitu banyaknya
orang-orang yang jiwanya telah pada mati, bagaikan mayat-mayat hidup, isinya sudah bukan "orang" apalagi "Manusia" hanya mahluk jadi-jadian (setan/ bertaring, bertanduk, berkepala hewan) yang disebabkan keingkaran kepada Tuhan (Pencipta alam semesta/ penguasa jagat raya) mereka lebih menuhankan Harta Benda/ Uang/ Pangkat/ Jabatan/
Gelar/ Kekuasaan, yang disombongkan dan diagung-agungkan,
"Berhala dijaman moderen".
Awal agama adalah mengenal ALLAH
KENALILAH ALLAH (Tuhanmu = Pencipta Alam Semesta / Penguasa Jagad Raya), agar tidak salah dan menyimpang dari "KEBENARAN".
Kaji diri - Lihat diri - Tahu diri - Sadar diri
Apa yang dilakukan selama ini sudah benar?
Apa belum, hasilnya bagaimana?
Jangan cuma bisa menonjolkan kesingnya doang (Pakai Jas, Sapari, baju Koko berpeci bahkan gelar diobral biar keliatan orang alim) tetapi isinya (hatinya/jiwanya) tidak diurus, Karena itu, yang akan kembali ke pada ALLAH, kalau jasad, akan jadi tanah kembali.
Duniawi dicari semata-mata untuk Ibadah Kepada ALLAH
Jangan dibalik Ibadah (sholat, puasa, dll) untuk mencari Duniawi dengan dalil Do'a-do'a, ini namanya mau memperbudak ALLAH, tidak sadar ini sama dengan mau menyuruh ALLAH. Mahluknya siapa? Tuhannya siapa?
********************************************************************************************************************
********************************************************************************************************************
Itulah bukti-bukti Tanda-tanda Hari Akhir Sudah Dekat (KIAMAT), maka yang bisa menyelamatkan dunia ini hanyalah Manusia AMANAH, Manusia UTUSAN ALLAH, Manusia Sejati, Manusia Mulia Pembawa "KEBENARAN". Manusia yang memiliki Cahaya Terang Benderang, Cahaya Mercusuar Dunia, Cahaya Penuntun Menuju Keselamatan "Dunia dan Akhirat"
Bekasi, 7 April 2012
ttd
SAHRUDIN
Penulis
Data Penulis:
- SAHRUDIN
- Mayor Marinir Nrp 11480/P
- Hp. 081386480007
- E-mail : sahrudin.cipayung@gmail.com